Jerat Hukum bagi Pelaku Selingkuh dan Pengirim Foto Tidak Senonoh

Jerat Hukum bagi Pelaku Selingkuh dan Pengirim Foto Tidak Senonoh

PERTANYAAN:

Ibu D bertanya: “Halo, jadi Suami saya telah berselingkuh selama dua tahun dan saya mempunyai bukti-bukti perselingkuhan mereka. Mereka sering bertemu di luar kota pada saat suami saya bertugas. Nah sekarang ini, selingkuhan suami saya sering mengirim (maaf) foto-foto bugilnya ke suami saya dan menggoda suami saya melalui whatsapp. Pertanyaan saya, kira-kira pasal apa yang dapat dikenakan pada pelaku selingkuh? Dan apa sanksinya? Khusus untuk selingkuhan suami saya pasal apa yang dapat menjeratnya yang mengirimkan foto-foto bugilnya pada suami orang? Dan apa sanksi untuk perbuatan seperti ini? Mohon saran. Terima kasih.”

Ada dua hal yang ditanyakan oleh Ibu D, yaitu :

  1. Pasal yang dikenakan kepada pelaku selingkuh
  2. Pasal yang dikenakan kepada pelaku pengirim foto bugil melalui sosial media.

JAWABAN:

  1. Pasal yang dikenakan kepada pelaku selingkuh

Pasal yang bisa di kenakan yaitu Pasal 284 angka 1 huruf a KUHP

Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan seorang pria yang telah kawin yang melakukan (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

beberapa unsur yang harus dipenuhi :

  1. Seorang pria yang telah kawin
  2. Melakukan overspel/berzinah

(seseorang pria yang telah kawin melakukan hubungan seks/berzinah dengan perempuan yang bukan istrinya atau belum menikah).

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Pasal 284 ini bersifat delik aduan yang absolut artinya orang tersebut tidak dapat dituntut apabila tidak ada pengaduan dari pihak suami atau istri yang dirugikan dalam hal ini di permalukan.
  • Pengaduan ini tidak bisa dikenakan hanya kepada satu pihak. Misalnya hanya selingkuhan suami saja yang dilaporkan tetapi suaminya tidak dilaporkan. Ini tidak bisa. Si suami dan si selingkuhan harus sama-sama dilaporkan dan di tuntut secara bersama-sama.

Tetapi, upaya hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam menyelesaikan suatu masalah. Sehingga saya sarankan untuk mengedepankan upaya musyawarah/kekeluargaan, mengingat tujuan perkawinan bukan untuk bercerai.

2. Pasal yang dikenakan kepada pelaku pengirim foto bugil melalui sosial media

Perbuatannya yang mengirimkan foto bugil ke suami ibu D bisa di jerat dengan beberapa Pasal

  • Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE; dan atau
  • Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Pasal 27 ayat (1) UU ITE mengatur:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Yang dimaksud dengan “mentransmisikan” adalah mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui Sistem Elektronik. Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU 19/2016, yaitu:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Selain dijerat dengan ketentuan dalam UU ITE, pelaku pengirim foto telanjang juga dapat dijerat dengan UU Pornografi. Pasal 4 ayat (1) UU Pornografi mengatur larangan perbuatan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:

  1. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
  2. kekerasan seksual;
  3. masturbasi atau onani;
  4. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
  5. alat kelamin; atau
  6. pornografi anak

Ancaman terhadap pasal ini diatur dalam Pasal 29 UU Pornografi yaitu:

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

Mengenai jerat mana yang lebih tepat harus dipelajari lebih detail unsur-unsurnya serta alat bukti yang mendukung. Dan Jaksa Penuntut Umum yang akan menentukan mana pasal yang akan di pakai untuk menuntut pelaku.

Spread the love

Leave a Reply

Close Menu